Besok ujian tesis s2 untuk mendapatkan gelar M.Kom, butuh perjuangan keras untuk bisa meraihnya, jadi gue gak setuju klo dibilang M.Kom cuma gelar doang. Karena gue benar2 mengerahkan segala sumber daya; otak, uang, waktu, tenaga untuk sebuah idealis dari tesis. Bro just don’t give up. You can do it!
Software As A Service
Posted in Uncategorized on June 12, 2009 by ibnuakilaSoftware As A Service
1. Trend Perkembangan Teknologi Software
Dewasa ini perkembangan software kian meningkat seiring dengan perkembangan bahasa pemrograman yang berorientasi object dan juga berbasis framework seperti java dengan JRE (Java Runtime Environment) terus ada juga .Net dengan CLR (Common Language Runtime). Bahasa-bahasa ini berhasil mengatasi bug pada pengembangana yang berbasis component (DLL Hell) dengan menciptakan runtime environment sendiri (JRE/CLR). Runtime environment ini memudahkan proses distribusi software. Namun bahasa-bahasa ini cenderung lebih lambat karena menggunakan virtual machine sebagai compiler untuk mengeksekusi bytecode dari program.
Globalisasi bisnis dan pangsa pasar memaksa perusahaan untuk bertindak cepat dalam menghadapi perubahan, terutama berusaha untuk menyelaraskan dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Bagaimana perusahaan dapat berkompetisi, berkolaburasi atau melakukan merger dengan perusahaan lain dengan memanfaatkan teknologi.
2. Apakah Saas?
Software tradisional membutuhkan cara yang lebih konvesional untuk mendistribusikan softwarenya melalui cd atau download. Sedangkan Saas adalah model software dimana proses maintenance, operasi teknis dan support disediakan oleh vendor kepada client sebagai suatu service. Sebagai contoh penyedia layanan yang terkenal antara lain; google, Microsoft, QuickBooks online, WebEx dan lain-lain. Saas menghilangkan cara yang melelahkan untuk melakukan maintenance dan update. Software aplikasi didistribusikan sebagai web service melalui jaringan internet dan diakses oleh client sebagai suatu fungsi yang dapat diintegrasikan pada aplikasi client. Format data yang digunakan adalah XML sebagai standard web service.
Untuk membuat aplikasi yang memanfaatkan web service diperlukan server yang menyediakan service dan client yang menggunakan service. Pada dasarnya konsepnya sama seperti teknologi DCOM. Aplikasi client mengakses fungsi yang ada pada web service melalui protocol HTTP port 80 secara remote. Tetapi dengan syarat server telah mengijinkan client untuk mengakses fungsi tersebut. Secara fungsional sama dengan konsep aplikasi terdistribusi, tetapi dengan scoop yang lebih luas.
Karakteristik dari Saas adalah sebagai berikut:
• Akses berbasis jaringan, software tersedia secara komersial
• Aktivitas dikelola dari server, customer dapat mengakses aplikasi secara remote via web.
• Aplikasi didistribusikan dengan konsep one-to-many. Satu service dapat diakses oleh banyak client secara bersamaan.
• Update dilakukan terpusat (di server saja)
Penyedia Saas biasanya menghargai aplikasinya per-user. Dan pendapatannya lebih kecil dari pada traditional software. Tetapi mungkin berulang-ulang karenanya lebih mudah diprediksi.
3. SOA dan Saas
Seperti software yang lainnya, Saas juga bisa mengambil keuntungan dari Service Oriented Architecture untuk dapat membuat aplikasi berkomunikasi satu sama lain. Setiap software service bertindak sebagai service provider dan mempublikasikan fungsionalitasnya ke aplikasi lain melalui public broker. Atau bisa juga sebaliknya bertindak sebagai service requester menggabungkan data dan fungsionalitas dari service lainnya. Biasanya perusahaan yang membangun Saas menggunakan SOA sebagai konsep pengembangannya.
4. Proses SDLC Saas
Software Development Life Cycle untuk Saas sedikit berbeda karena prosesnya lebih banyak berulang untuk meyakinkan kualitas dan kebutuhan software.
Contoh SDLC Waterfall (Tradisional Software)
Plan –> Envision –> Design –> Develop & Test –> Deploy
Agile: Plan –> Sprint –> Sprint –> (occasionally) Deploy –> Sprint –> Deploy
Saas SDLC:
Plan –> Sprint (Process and User Experience) –> Sprint (Process & Services) –> Deploy –> Sprint (P&UX) –> Sprint (P&S) –> Deploy
5. Plus Minus Saas
Selain memiliki banyak keuntungan diantaranya: proses maintenance lebih mudah, biaya produksi rendah, mudah didistribusikan. Saas juga memiliki beberap kekurangan yaitu;
• transfer data melalui internet yang sangat mempengaruhi speed dan performance belum lagi masalah firewall yang tidak mengijinkan integrasi dengan system.
• Implementasi yang luas dari Saas memerlukan service yang terdefinisi dengan baik.
• Vendor-lock-in sangat bergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan vendor. Tidak interoperability.